Tiga Hal Ini Bikin Peserta UNOC Kagum dengan Menteri Trenggono

SUARAMANADO, Lisbon : Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh perwakilan negara dan lembaga dunia peserta acara United Nation Oceans Conference (UNOC) 2022 di Lisbon, Portugal, sepanjang Senin (27/6) hingga Selasa (28/6) kemarin.

Di antaranya adalah Monica Medina yang merupakan Asisten Sekretaris Biro Kelautan dan Lingkungan Internasional dan Ilmiah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, serta Mari Elka Pangestu, Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia.

“Dalam pertemuan saya menyampaikan apa saja yang sudah pemerintah Indonesia lakukan dalam memenuhi komitmen pada UNOC pertama tahun 2017. Saya juga menyampaikan rencana aksi dan program-program kerja KKP yang kaitannya untuk mendukung kesehatan laut. Alhamdulillah mereka memberikan apresiasi dan mengaku kagum dengan terobosan-terobosan yang dilakukan pemerintah Indonesia,” ungkap Menteri Trenggono dalam siaran resmi KKP, Selasa (28/6/2022).

Tiga hal penting disampaikan Menteri Trenggono terkait program ekonomi biru di Indonesia, yang mengundang kekaguman para peserta UNOC itu. Pertama, soal capaian pemerintah Indonesia memperluas kawasan konservasi untuk mendukung kesehatan laut sebagai mana komitmen pada acara UNOC lima tahun lalu di New York. Indonesia mampu melampaui target 20 juta hektare kawasan konservasi pada tahun 2019.

Indonesia juga memiliki komitmen mencapai target kawasan konservasi perairan laut seluas 32,5 juta hektare pada tahun 2030. Sampai tahun 2021, telah berhasil mencapai luasan lebih dari 28 juta hektare, atau 86,5% sehingga optimis target 2030 dapat dicapai.

Kedua, rencana pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan menerapkan kebijakan penangkapan terukur berbasis kuota di seluruh wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Kebijakan ini bertujuan menjaga keberlanjutan populasi ikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di wilayah pesisir.

“Hal ketiga yang saya sampaikan adalah program Bulan Cinta Laut (BCL) yang kami gagas untuk menyelesaikan persoalan sampah di laut. Kami sedang merancang lebih detail mengenai program ini, di mana nantinya dalam satu bulan nelayan melaut tidak untuk menangkap ikan melainkan mengambil sampah-sampah di laut, salah satunya plastik,” papar Menteri Trenggono.

Menanggapi itu, Mari Elka Pangestu memberikan apresiasi atas program-program berbasis ekonomi biru yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dia menjelaskan, lembaganya memiliki program multi donor trust-fund yang dinamakan PROBLUE untuk mendanai kegiatan pembangunan berkelanjutan dan terintegrasi untuk menciptakan laut yang sehat.

“Program BCL ini benar-benar menarik perhatian. Dan di World Bank sendiri ada program untuk mendanai kegiatan-yang tujuannya menghadirkan laut yang sehat,” akunya.

Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto yang turut mendampingi kala pertemuan dengan Monica Medina mengungkapkan pejabat Amerika Serikat itu memberikan apresiasi khusus kepada ide Bulan Cinta Laut dari Menteri Trenggono.

“Beliau beranggapan ide itu cerdas sekali sebagai simbol menjaga ekologi dan ekonomi secara bersamaan,” katanya.

Dia menyebutkan Pemerintah Amerika Serikat selama ini juga memberikan dukungan pada program pemberdayaan nelayan dan komunitas pesisir di Indonesia melalui USAID.

Sebagai informasi, UNOC 2022 di Lisbon mengangkat tema besar Scaling up ocean action based on science and innovation for the implementation of Goal 14: stocktaking, partnerships and solutions”.

Melalui tema tersebut, peserta konferensi didorong untuk menghasilkan solusi inovatif berbasis sains yang sangat dibutuhkan dunia yang bertujuan untuk memulai babak baru aksi secara global.

Acara UNOC yang digagas oleh PBB ini akan berlangsung di Lisbon, Portugal pada 27 Juni sampai 1 Juli 2022.

Sumber : kkp.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.