Wajah Baru Pertina Sulut: Hendra Jacob Resmi Nahkodai Organisasi, Fokus ke Prestasi Atlet

Oplus_131072

SUARAMANADO – Musyawarah Provinsi (Musprov) Pertina Sulawesi Utara resmi menetapkan Hendra Jacob sebagai Ketua Umum periode 2026-2030, sebuah langkah strategis yang digadang-gadang sebagai titik balik kebangkitan olahraga bela diri Bumi Nyiur Melambai.

​Namun, di balik suksesi kepemimpinan ini, ada pesan tajam yang ditiupkan oleh Ketua Umum PP Pertina, Hillary Brigitta Lasut.

Alih-alih hanya berfokus pada seremoni pergantian pengurus, Hillary menuntut sebuah “revolusi” mentalitas dalam tata kelola organisasi.

Kehadiran Hillary Lasut dalam Musprov tersebut bukan sekadar protokoler. Ia dengan tegas meminta insan tinju Sulut meninggalkan cara-cara lama yang menghambat progresivitas.

Bagi Hillary, masa depan tinju tidak lagi bisa diandalkan pada bakat alam semata, melainkan pada sistem yang terukur dan responsif.

​”Organisasi ini butuh kolaborasi dari semua pihak. Mari kita bangun sistem yang responsif terhadap kebutuhan atlet masa kini,” tegas Hillary di hadapan para pengurus.

Pernyataan ini seolah menjadi “alarm” bagi pengurus baru bahwa standar yang ditetapkan PP Pertina kini jauh lebih tinggi.

Era di mana organisasi hanya berjalan tanpa program yang jelas sudah harus berakhir.

Menjawab tantangan tersebut, Hendra Jacob tidak menawarkan janji muluk.

Ia memilih pendekatan inklusif untuk menyatukan kekuatan yang sempat terpecah. Baginya, pondasi utama untuk meraih prestasi adalah soliditas internal.

​”Tugas pertama saya bukan sekadar mengejar medali, tapi menyatukan visi keluarga besar Pertina di Sulut. Kita tidak bisa berdiri sendiri. Dengan semangat gotong royong, kita akan mewujudkan Pertina Sulut yang profesional,” ujar Hendra dengan nada optimistis.

Hendra menyadari bahwa ekspektasi publik terhadap tinju Sulut sangat besar. Provinsi ini memiliki sejarah panjang sebagai salah satu lumbung petinju berbakat di Indonesia.

Namun, bakat tersebut kini dituntut untuk bermuara pada prestasi yang nyata.

​Target Hendra pun cukup ambisius: mencetak petinju yang tidak hanya dominan di level nasional, tetapi juga mampu mengibarkan bendera Merah Putih di kancah internasional.

Kombinasi antara tekanan progresif dari pusat dan semangat konsolidasi di tingkat daerah ini menjadi sinyal positif.

Kini, mata publik tertuju pada bagaimana duet Hendra Jacob dan arahan strategis Hillary Lasut akan mengubah wajah tinju Sulawesi Utara dalam empat tahun ke depan.

Apakah ini akan benar-benar menjadi era emas baru? Waktu yang akan menjawab di atas ring.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *