Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Anak dan Disabilitas yang Terdampak Pandemi

SUARAMANADO, Bali : Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orangtua pada masa Pandemi Covid 19 harus diperhatikan.

“Anak-anak ini harus diperhatikan, dilindungi dan dibantu, baik dari aspek pengasuhannya, maupun bantuan untuk masa depannya,” ujar Menko PMK saat berkunjung ke Sentra Multilayanan Mahatmiya Tambanan Bali, Kamis (27/5).

Lanjut Menko PMK, pemerintah melalui Kemensos, telah memberikan berbagai bantuan sosial untuk anak dimaksud, baik bantuan nutrisi anak, maupun bantuan uang untuk kebutuhan hidup anak, dalam skema Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI),

“Anak-anak tersebut diharapkan dapat memperoleh bantuan KIP (Kartu Indonesia Pintar) untuk meringankan beban orangtua. Keluarga yang mengasuh anak-anak yatim piatu tersebut dapat diajukan sebagai penerima manfaat PKH, dan bantuan-bantuan lain agar keluarga ini memiliki ketahanan untuk masa depannya,” jelasnya.

Pemerintah juga berkomitmen untuk membantu dan memberdayakan meraka dalam bentuk Bantuan Sosial Khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, seperti kursi roda untuk para lanjut usia dan penyandang disabilitas fisik, tongkat sensorik, motor ber-roda untuk sarana usaha dan lain.

“Saya mohon agar Bapak Bupati beserta jajarannya, serta seluruh komponen masyarakat dan dunia usaha gotong royong untuk membantu anak yatim piatu dan penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir memberikan apresiasi  kepada Kementerian Sosial RI dan Bupati Tabanan yang terus berupaya memberikan bantuan dan pemberdayaan kepada anak-anak yatim piatu, serta para penyandang disabilitas dan para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan (PPKS) lain dari kelompok rentan, seperti para lansia yang terimbas dampak Pandemi Covid 19 ini.

Selain berkunjung ke Sentra Mahatmiya Bali, Menko PMK juga turut berkunjung ke Desa Kediri, Kec. Kediri, Kab. Tabanan untuk meninjau bansos.

Adapun menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, program sosial yang dilaksanakan Pemda Tabanan sudah tersalurkan dengan baik.

Tercatat sebanyak 12.457 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam tahap 2 termin 10, 2500 KPM sudah menerima bansos pangan atau sembako, dan total 24.757 KPM sudah menerima bantuan BLT Migor.

“Sekiranya ini bisa mengurangi beban masyarakat Tabanan akibat pandemi, dan kita akan segera menuju endemi,” jelas Sekda.

Adapun dalam kunjungan tersebut, Kemenko PMK memberikan bantuan berupa peralatan sekolah dan tali asih masing-masing senilai Rp 150.000,- kepada 36 anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orangtuanya, khususnya karena pandemi Covid-19.

Sumber : kemenkopmk.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.