SUARAMANADO – Penetapan Bupati Sitaro, Cintya Kalangit, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bencana alam oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Aktivis vokal, Hendra Jacob, angkat bicara dengan nada tinggi dan mengecam keras perilaku oknum pejabat yang tega menilap anggaran di tengah penderitaan rakyat.
Menanggapi gelombang kesedihan dari para tim sukses dan simpatisan bupati, Hendra menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar secara manusiawi.
Namun, ia memperingatkan agar opini publik tidak digiring untuk menutupi fakta hukum yang ditemukan penyidik.
”Situasi ini jangan didramatisir seolah-olah Bupati adalah orang yang paling baik dan paling mengerti jeritan rakyat. Lihat secara global: Kejaksaan telah menemukan dugaan pelanggaran hukum pidana korupsi. Itu faktanya,” tegas Hendra yang juga Ketua HAJAR Bicara.
Poin yang membuat Hendra sangat meradang adalah objek anggaran yang diduga dikorupsi. Baginya, menyentuh dana yang diperuntukkan bagi korban bencana alam adalah batas merah yang tidak bisa ditoleransi.
”Sudah tertimpa bencana, bantuan pemerintah dikorupsi juga. Itu kan namanya bangsat!” ujar Hendra tanpa ragu.
Ia mengaku kecewa sekaligus marah melihat mentalitas pejabat yang justru menjadi “tikus” di tengah musibah yang menimpa masyarakat Sitaro.
Desak Kejati Sulut Sikat Habis “Tikus Berdasi”
Hendra Jacob secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Kejati Sulut untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. Ia meminta penyidik tidak berhenti pada satu nama saja jika ada bukti kuat yang mengarah pada keterlibatan pihak lain.
Komitmen Total: Mendukung penuh pemenjaraan pejabat nakal bermental korup.
Tanpa Pandang Bulu: Mendorong penetapan tersangka baru jika keterangan saksi dan kesesuaian bukti sudah terpenuhi.
Pesan untuk Jaksa: “Jangan pernah ragu membasmi tikus-tikus berdasi yang menggerogoti uang rakyat,” pungkasnya dengan tegas.
Kini, publik menunggu langkah berani selanjutnya dari Kejati Sulut untuk menuntaskan skandal yang mencederai rasa kemanusiaan ini.












