MANADO – Keputusan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., meletakkan jabatannya sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sulut sekaligus mengundurkan diri dari keanggotaan partai memicu dinamika baru dalam konstelasi politik daerah. Surat pengunduran diri tersebut diserahkan langsung kepada Ketua Umum Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta, pada Selasa (29/9/2026).
Langkah pengunduran diri ini, yang didasari perbedaan cara kerja di internal organisasi wilayah, kini membuka diskursus mengenai arah dermaga politik Victor selanjutnya. Sejumlah pengamat dan analis politik lokal menilai opsi bergabung dengan Partai Gerindra merupakan langkah paling strategis dan rasional dengan pertimbangan:
1. Soliditas Kepemimpinan Eksekutif Sulut : Victor Mailangkay saat ini memimpin Sulawesi Utara bersama Gubernur Yulius Selvanus Lumbaa (YSL) yang merupakan figur sentral Gerindra. Keselarasan afiliasi kepartaian antara Gubernur dan Wakil Gubernur dinilai akan memperkokoh stabilitas birokrasi serta meminimalkan friksi partisan di tubuh pemerintahan daerah.
2. Konektivitas Program dengan Pemerintah Pusat : Penyelarasan garis politiku dengan Partai Gerindra memperlancar sinergi program pembangunan Sulawesi Utara langsung ke episentrum kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
3. Opsi Alternatif Rumah Lama : Selain Gerindra, rekam jejak panjang Victor selama puluhan tahun sebagai kader dan legislator senior Partai Golkar (1980–2018) menempatkan partai beringin sebagai alternatif historis, kendati momentum kekuasaan hari ini condong mengarah ke Gerindra.
Mundurnya Victor Mailangkay menandai reposisi taktis dari figur politikus senior yang matang. Jika langkah ke Gerindra terwujud dalam waktu dekat, hal tersebut dipandang sebagai konsolidasi alami demi mengawal pembangunan dan kestabilan pemerintahan di Sulawesi Utara
Narahubung Media:
Redaksi & Tim Analisis Kebijakan Daerah
Email : redaksi@suaramanado.com
Situs: www.suaramanado.com












