12 Pengaba Paduan Suara Dari Lima Negara Asia Tenggara Satukan Harmoni Dalam Konser di Manado

MANADO – Sebanyak 12 pengaba paduan suara dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Vietnam, dan Filipina memimpin Gema Sangkakala Female Choir dan Manado Catholic Choir dalam konser penutup Kelas Master Pengaba Paduan Suara bersama Kerstin Behnke, yang digelar Goethe-Institut Indonesien pada Kamis (10/9) di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado.

Pertunjukan tersebut menjadi puncak dari proses pembelajaran dan kolaborasi selama sembilan hari, sekaligus mempertemukan beragam pengalaman, pendekatan artistik, dan tradisi bermusik dari Asia Tenggara dan Manado. Sejak 1-9 September di Manado, 12 pengaba paduan suara ini mengikuti kelas master yang berfokus pada cara memimpin latihan sebagai proses artistik dan komunikatif, di antaranya pengembangan ekspresi musikal,

Memperhalus suara ensambel, serta mengarahkan paduan suara menunjuk interpretasi yang meyakinkan sambil mempertahankan suasana latihan yang efisien, positif, dan memotivasi. Kelas master ini dipimpin oleh Kerstin Behnke, profesor kepemimpinan paduan suara dan ansambel pada Universitas Musik FRANZ LISZT Weimar, Jerman. Pengaba yang memimpin adalah: Drake Allan Mokorimban (Indonesia),

Ezra Clement Dario (Indonesia), Lee Jian Zhen (Malaysia), Leo Hubertus Dimas Avianto (Indonesia), Lian Deih Zaam (Myanmar), M. Inggita Belinda Siegers (Indonesia), Martin Andryas Littik (Indonesia), Nguyễn Hải Yến (Vietnam), Paolo Niccolo Piquero (Filipina), Roland David Enoch (Indonesia), Sandy Sumampouw (Indonesia), dan Steven Immanuel Angelo (Indonesia). Dalam konser yang dihadiri lebih dari 300 penonton ini, setiap konduktor

memimpin satu repertoar, menerapkan pendekatan artistik yang mereka kembangkan selama program. Konser dibuka dengan repertoar berjudul Kyrle, Gloria (from Missa Brevis) karya komposer Knut Nystedt (1915-2014) dan ditutup dengan There Is an Old Belief (from ‘Songs of Farewell’) karya komposer Hubert Parry (1848-1918). Dr. Nina Wichmann, Kepala Regional Program Budaya di Goethe-Institut Asia Tenggara,

Australia, dan Selandia Baru, menyampaikan, “Program ini menjadi sebuah perjumpaan yang istimewa antara 12 konduktor asal Asia Tenggara dan dua komunitas lokal paduan suara Manado, yang mempertemukan pengalaman, tradisi, dan semangat bermusik yang beragam. Kami berharap perjumpaan ini dapat menghadirkan ruang dialog lintas budaya sekaligus menunjukkan bagaimana musik mampu menyatukan kita dalam satu harmoni.

Kerstin Behnke mengatakan,Para peserta telah melakukan banyak perubahan dalam gerakan saat memimpin. Saya berharap dalam diri setiap peserta telah tumbuh sesuatu yang baru dan dapat terus berkembang di masa mendatang. Semoga hal ini dapat menyebar dan turut meningkatkan kualitas seni paduan suara, membawa paduan suara ke tingkat yang lebih tinggi, serta memperluas semangat bermusik bersama seperti ini.” Elizabeth Soegiharto, Koordinator Program Budaya Goethe-Institut Indonesien,

Ia menambahkan,bahwa Kota Manado, yang terletak di persimpangan Nusantara, telah melahirkan lanskap musikal antargenerasi yang bersifat lintas komunitas dan tradisi, tempat menyanyi bersama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Lingkungan yang hidup inilah yang menjadi latar belakang pembentukan edisi

terbaru Kelas Master Pengaba Paduan Suara bersama Kerstin Behnke di Manado.” Program Kelas Master Pengaba Paduan Suara pertama kali diinisiasi GoetheInstitut Indonesien di Salatiga pada 2016 dan kemudian berlanjut di sejumlah kota seperti Malang pada 2018 dan Medan pada 2022. ### Tentang Goethe-Institut Goethe-Institut merupakan lembaga kebudayaan Republik Federal Jerman yang aktif di seluruh dunia.

Kami mempromosikan pengajaran bahasa Jerman di luar negeri dan mendorong pertukaran budaya antarbangsa. Kami juga menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai Jerman melalui informasi tentang kehidupan politik, sosial dan budaya di Jerman. Beragam program budaya dan pendidikan kami menyokong dialog antarbudaya dan memfasilitasi partisipasi kultural.

Berbagai program tersebut memperkukuh struktur-struktur masyarakat madani dan mendukung mobilitas global. Tentang Kerstin Behnke Kerstin Behnke adalah profesor kepemimpinan paduan suara dan ansambel pada Universitas Musik FRANZ LISZT Weimar. Sebelum diangkat sebagai profesor, ia mengajar kepemimpinan paduan suara pada Universitas Musik Lübeck selama empat tahun.

Ia belajar kepemimpinan paduan suara pada Universitas Seni di Berlin di bawah Prof. Mathias Husmann dan sebelumnya belajar musik sekolah di Hochschule für Musik und Theater di kota asalnya, Hamburg. Kerstin Behnke adalah direktur artistik via-nova-chor München, dan bersama paduan suara ini ia berhasil meraih satu dari kedua hadiah pertama pada Lomba Paduan Suara Jerman 2018

Dalam kategori paduan suara campuran dan dianugerahi Penghargaan Musik Negara Bagian Bayern. Ia pernah menjadi pengaba tamu antara lain di New Japan Philharmonic Orchestra, Cottbus State Philharmonic, paduan suara dan orkestra Philharmonie Almaty, serta Konzerthausorchester Berlin.

Ia menjadi pengaba Berliner Cappella selama 15 tahun dan secara rutin tampil di aula-aula konser utama di Berlin. Narahubung pers: Ryan Rinaldy Public Relations Manager Goethe-Institut Jakarta Ryan.Rinaldy@goethe.de

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *