MANADO – Ribuan masyarakat yang tergabung dalam 11 Suku Anak Bantik di Sulawesi Utara memandati lapangan Bantik Bengkol Jumat (24/7/2026 dalam rangka memperinggati Gugurnya Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi 77 tahun yang lalu
Antusius masyarakat terlihat ketika Sekertaris Provinsi Sulut membuka Festival Seni Budaya Bantik disaksikan oleh tua – tua adat Bantik
Ketua Panitia Albert Mokodongan SE mengatakan Festival ini menjadi bukti bahwa warisan budaya Bantik terus hidup dan di wariskan kepada generasi muda.
Di saat yang sama,semangat perjuangan Robert Wolter Mongisidi terus dikenang sebagai inspirasi untuk mencintai tanah air dan menjaga persatuan.
Tanah Bantik Bergelora Jasa dari Pahlawan Robert Wolter Mongisidi alias Bote tak pernah dilupakan eh masyarakat Bantik dan budaya tetap di jaga selalu
“emangat perjuangan Robert Wolter Mongisidi terus dikenang sebagai inspirasi untuk mencintai tanah air dan menjaga persatuan”Pungkasnya
Terpantau kegiatan Festival ini begitu ramai ketika Tarian Mahamba berdendang di lapangan Bantik yang diperagakan putera – puteri terbaik anak suku Bantik
Yang menajubkan ketika tambor berdentung para laki – muda yang kuat perkasa memotong badan kepala bahkan lidah juag diiris – iris oleh pedang yang tajam
Sudah dirasa namun tak satupun darah tak bercucuran kerena badan mereka sudah kebal dengan senjata tajam itulah atraksi dari Tarian Upasa .
Sudah terkenal dari berbagai pelosok daerah saat menyambut kedatangan para tamu yang hadir saat berkunjung di daerah
(EKY)












