SUARAMANADO – Bergerak melampaui ruang diskusi, mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) menunjukkan taringnya dalam aksi pelestarian lingkungan.
Berkolaborasi dengan Green Leadership Indonesia (GLI) dan Posko KKT Khusus 146, BEM UNSRAT sukses mendistribusikan 3.000 bibit pohon di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Langkah ini bukan sekadar penghijauan biasa, melainkan strategi jitu untuk menjawab tantangan krisis iklim sekaligus mendongkrak ekonomi warga.

Fokus Utama Kegiatan:
Target: Masyarakat di 5 Kecamatan (Motoling, Motoling Timur, Motoling Barat, Tompaso Baru, dan Sinonsayang).
Jenis Bibit: Kemiri, Alpukat, Matoa, Durian, dan Aren.
Misi: Penyerapan $CO_2$ (karbon dioksida) secara maksimal dan penyediaan sumber pangan jangka panjang bagi penduduk setempat.
“Gerakan mahasiswa tidak hanya hadir dalam ruang diskusi, tetapi juga melalui aksi nyata untuk bumi, masyarakat, dan masa depan generasi mendatang,” tegas Samsul Muarif Manumpil, mewakili suara kolaborasi tersebut.
Penyaluran bibit ini menyentuh titik-titik strategis di pedesaan, mulai dari Desa Picuan Baru hingga pelosok Sinonsayang, memastikan bahwa semangat “Go Green” menjangkau akar rumput.
Aksi kolaboratif ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan lingkungan yang lebih masif di Sulawesi Utara.
Pesan utamanya jelas: mengatasi krisis iklim harus dimulai dari tindakan sederhana, dilakukan bersama, dan dilakukan sekarang.












