Implementasikan Quality Assurance, KKP Kawal Perikanan Maluku Mendunia

SUARAMANADO, Ambon : Plt. Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Hari Maryadi menegaskan persyaratan teknis khususnya jaminan kesehatan, mutu dan keamanan hasil perikanan menjadi poin krusial di tengah ketatnya persaingan di pasar global. Karenanya, dia mengajak para pelaku usaha kelautan dan perikanan untuk memenuhi persyaratan tersebut agar produk perikanan Indonesia bisa bersaing dengan produk negara lain.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kata dia, tengah melakukan terobosan dengan mengimplementasikan Quality Assurance hasil perikanan hulu-hilir melalui sertifikasi jaminan kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan.

“Kami juga, khususnya BKIPM melakukan digitalisasi pelayanan dalam rangka mempermudah akses pelayanan sertifikasi kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan,” kata Hari di Ambon, (30/3/2022).

Sejalan dengan upaya terobosan tersebut, Hari memastikan BKIPM telah melakukan langkah-langkah kegiatan strategis seperti bimbingan teknis (Bimtek) Verifikator  Quality Assurance (QA) di 15 daerah, pencanangan Sertifikasi Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan  (SJMKHP) untuk 10.000 sertifikat kepada supplier/UMKM bidang perikanan. Terakhir, mendorong terbentuknya sistem kelola penanganan mutu berstandar nasional dan internasional.

“Selain itu berbagai Perjanjian Kerja Sama dan MoU telah dilaksanakan bersama instansi terkait untuk mendukung program akselerasi KKP,” ujarnya.

Kemudian dari sisi penyediaan jalur transportasi, beragam kerja sama dengan berbagai lini terus dilakukan. Salah satunya dengan PT Angkasa Pura dengan dibukanya beberapa jalur direct call dari sejumlah Bandar Udara seperti di Bandara Ahmad Yani, Kertajati, dan lain sebagainya.

“Direct call ini jadi semangat dan solusi bagi pelaku usaha untuk ekspansi pasar luar negeri, tak terkecuali pelaku UMKM,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, Hari menyebut Ambon memiliki potensi yang luar biasa dari sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, berada di Zona 3 mencapai 2,9 juta ton per tahun dengan nilai sebesar Rp88,37 triliun per tahun menjadikan perikanan Maluku tetap eksis di masa pandemi Covid-19.

“Pangsa pasar luar negeri masih sangat terbuka luas. Data yang tercatat, ekspor perikanan Maluku ke  manca negara selama 2021 adalah Jepang, Tiongkok, Amerika, Vietnam, Hong Kong, Malaysia, Singapura dan Korea Selatan,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengintruksikan jajarannya untuk bisa mengoptimalkan potensi perikanan Maluku untuk kesejahteraan masyarakat setempat. KKP pun mendukung penuh program lumbung ikan nasional (LIN) di wilayah tersebut.

Sumber : kkp.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *