PSMTI Sulut Rayakan Imlek, Jadikan Momentum ‘Kuda Api’ sebagai Panggilan Kemanusiaan

SUARAMANADO – Di balik kemeriahan lampion dan tradisi Imlek 2577 Kongzili, ada pesan mendalam yang digaungkan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Utara.

Dalam perayaan yang digelar di Kantor PSMTI, Ruko Bahu Mall, Selasa (24/02/26), organisasi ini menegaskan bahwa eksistensi mereka bukan tentang eksklusivitas, melainkan tentang integrasi dan pengabdian.

Ketua PSMTI Sulut, Dr. Johnny Lieke, mengingatkan kembali akar sejarah organisasi yang lahir dari gejolak 1998. Baginya, PSMTI adalah jembatan aspirasi etnis Tionghoa untuk melebur sepenuhnya dalam pembangunan NKRI.

Filosofi Kuda Api: Berlari untuk Melayani

Memasuki tahun Kuda Api, Lieke menekankan bahwa karakter tahun ini bukan sekadar ramalan, melainkan instruksi kerja bagi organisasi.

Kuda: Melambangkan kecepatan dan kerja keras.

Api: Merepresentasikan semangat yang membara dan optimisme.

“Dengan semangat Kuda Api, PSMTI Sulut berkomitmen untuk bergerak lebih cepat dan responsif. Kami ingin kehadiran kami dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama saat krisis melanda,” tegas Johnny Lieke.

Satu poin menarik yang ditekankan dalam pertemuan tersebut adalah seruan untuk menjaga sikap hidup sederhana.

Di tengah tren pamer kemewahan yang kerap memicu kesenjangan sosial, PSMTI Sulut justru menginstruksikan anggotanya untuk tetap rendah hati (bersahaja).

Langkah nyata ini telah dibuktikan melalui berbagai aksi:

Respons Cepat Bencana: Penyaluran bantuan pada banjir Manado dan erupsi Gunung Ruang, Sitaro.

Aksi Kemanusiaan: Rutinitas donor darah dan bakti sosial di berbagai wilayah Sulawesi Utara.

Jaringan Nasional: Berkolaborasi dengan 350 kabupaten/kota di seluruh Indonesia di bawah naungan semangat pendiri, Brigjen (Purn) Tedy Yusuf.

Hadirnya berbagai tokoh penting dalam perayaan ini menunjukkan betapa kuatnya jejaring PSMTI di Sulut.

Tampak hadir Nicho Lieke MBA (Wakil Ketua PSMTI Pusat/Ketua Apindo Sulut), Audy Lieke (Presdir PT JJM), Ronny Lieke (Ketua Panitia), Lucky Mangkey (Ketua APINDO Manado) hingga tokoh bisnis Jemmy Asiku (Presdir IT Center).

Dukungan pemerintah juga terlihat lewat kehadiran Kakanwil Kemenag Sulut, H. Ulyas Taha, yang mempertegas bahwa keberagaman di Sulawesi Utara adalah modal utama kemajuan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *