Pasca Gempa Cianjur, Golkar Siapkan Tim Trauma Healing bagi Ribuan Anak

SUARAMANADO, Cianjur : Ribuan anak-anak Cianjur terutama di daerah dan lokasi terdampak gempa Cianjur mengalami trauma pascabencana gempa bumi yang merenggut 321 jiwa, ribuan luka-luka, dan puluhan ribu lainnya mengungsi itu.

Karena itu, Partai Golkar menurunkan tim trauma healing untuk memulihkan psikologi ribuan anak itu.

“Warga terdampak, terutama anak-anak tentu saja harus menjadi perhatian kita semua. Golkar dan posko-posko kemanusiaan akan berkontribusi dan menyiapkan konsep traum healing agar traumatis anak korban terdampak gempa bisa diminimalisasi,” kata Wakil Ketua Bidang Penggalangan Khusus DPD Partai Golkar Provinsi Jabar sekaligus Koordinator Posko Golkar Peduli Cianjur Deden Nasihin,Senin (28/11/2022).

Deden Nasihin yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur itu menyatakan, Trauma Healing merupakan salah satu kegiatan yang dibutuhkan warga terutama anak-anak pasca bencana.

“Kita harus mengembalikan keceriaan anak-anak setelah bencana gempa Cianjur ini terjadi. Pemulihan mental mereka adalah tanggung jawab kita semua,” ujar Deden Nasihin.

Sementara itu, Wakil Ketua DPK Kosgoro 57 Provinsi Jawa Barat Metty Triantika mengatakan, telah berkeliling ke sejumlah posko pengungsian warga terdampak. Mereka sangat membutuhkan perhatian, terutama soal traumatik yang masih menyelimuti anak-anak.

“Hal penting yang dapat diberikan kepada para korban terdampak gempa dalam mengatasi trauma adalah dukungan sosial yang diharapkan dapat mengurangi dampak dari bahaya stres yang dialami korban bencana alam, terutama anak-anak,” kata politisi Golkar tersebut.

Trauma healing, ujar Metty Triantika menyatakan, adalah suatu proses pemberian bantuan berupa penyembuhan untuk mengatasi gangguan psikologis,seperti kecemasan, panik, dan gangguan lain karena lemahnya ketahanan fungsi-fungsi mental yang dimiliki individu.

“Kami ke depan mewujudkannya (trauma healing) dengan cara memberikan hiburan kepada warga setempat, khususnya anak-anak agar trauma pascabencana bisa terobati agar mereka tidak takut lagi untuk beraktivitas secara normal,” ujar Metty.

Diketahui, gempa bumi Magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) pekan lalu itu telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan cukup fatal.

Data Badan Nasioal Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan korban meninggal dalam peristiwa itu mencapai 321 orang, korban luka-luka 2.046 orang dan warga mengungsi 62.545 orang.

Sementara total rumah rusak 56.311 dengan rincian rusak berat 22.267 unit, sedang 11.836 unit dan ringan 22.208 unit. Sebanyak 6.000 personel gabungan telah dikerahkan untuk terus fokus melakukan pencarian korban hilang dan evakuasi warga terdampak.

Sumber : kabargolkar.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *