Menteri Keamanan Dalam Negeri AS: Imigran di Perbatasan akan Meningkat

SUARAMANADO, Washington DC : Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas mengatakan tingkat migrasi diperkirakan akan meningkat ketika ia menguraikan upaya yang lebih kuat untuk menegakkan undang-undang imigrasi AS tanpa menggunakan peraturan Title 42, yang diterapkan pada awal pandemi pada Maret 2020.

Mayorkas, Rabu (27/4) yang bersaksi di depan subkomite Alokasi DPR tentang anggaran tahun 2023 Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) kepada anggota DPR mengatakan, DHS telah menjalankan strategi komprehensif untuk mengamankan perbatasan dan membangun kembali sistem imigrasi AS. Ia menambahkan dengan dicabutnya perintah kesehatan masyarakat Title 42, AS harus memperkirakan bahwa tingkat migrasi akan naik.

“Kami akan terus menegakkan hukum imigrasi AS setelah peraturan 42 dicabut,” kata Mayorkas.

Pemerintahan Biden, Selasa (26/4) merilis rencana untuk menangani peningkatan migrasi yang diharapkan saat jumlah migran di perbatasan AS-Meksiko sudah tinggi akibat rencana pencabutan perintah kesehatan masyarakat. Title 42 yang mencegah orang mencari suaka itu, bahkan ingin dipertahankan oleh Partai Republik dan beberapa anggota legislatif Demokrat.

Rencana pemerintahan Biden yang baru ini termasuk meningkatkan jumlah personel Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan dan agen federal lainnya di wilayah perbatasan, memperluas kapasitas penahanan dengan penggunaan fasilitas sementara dan secara agresif menerapkan proses yang dikenal sebagai pemindahan yang dipercepat untuk mendeportasi migran yang tidak memenuhi syarat untuk suaka atau beberapa bantuan lain di berdasarkan hukum AS.

Rencana tersebut juga bergantung pada program-program baru Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk menyederhanakan evaluasi klaim migran, seperti penempatan petugas suaka di perbatasan untuk membantu menentukan apakah seseorang harus diberikan tempat tinggal resmi sementara sampai pengadilan imigrasi memutuskan kasus mereka.

Sumber : voaindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.