Kemenag Apresiasi PPDB MIN 1 Kabupaten Malang, Ini Sebabnya

SUARAMANADO, Jakarta : Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama mengapresiasi terobosan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2022/2023.

Apresiasi ini diberikan Itjen Kemenag setelah Tim Pemantau dan Evaluasi PPDB Tahun Pelajaran 2022/2023 turun ke 46 titik. Salah satunya MIN 1 Kabupaten Malang yang terletak di Desa Donomulyo. Pemantauan dilakukan dalam rangka memastikan pelaksanaannya sesuai dengan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 1 Tahun 2022 tentang petunjuk teknis PPDB TP 2022/2023.

Ketua Tim Pemantau dan Evaluasi PPDB Itjen Kemenag Eddy Mawardi mengatakan, pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran 2022/2023 di MIN 1 Kabupaten Malang patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi madarasah lainnya.

“Tidak ada iuran komite sekolah. Semangat para guru untuk memberikan seragam olah raga gratis pada siswa baru juga patut dicontoh oleh madrasah lain. Kami mengapresiasi semangat mereka untuk meniadakan iuran. Semoga MIN 1 Malang menjadi Madrasah Hebat Bermartabat,” kata Eddy Mawardi, Rabu (20/7/2022).

Eddy Mawardi yang sekaligus Koordinator Perencanaan, Organisasi, dan Hukum Itjen Kemenag menambahkan pemantauan dan evaluasi dari tim Itjen Kemenag di MIN 1 Kabupaten Malang tersebut digelar pada 14 Juli 2022. Menurutnya, sekolah gratis dengan adanya iuran tambahan mungkin sering terjadi. Berbeda dengan MIN 1 Kabupaten Malang, para guru justru iuran untuk membelikan seragam olahraga gratis kepada siswa madrasah tersebut.

“Bahkan guru-guru madrasah tersebut rela meluangkan waktu dan tenaga seperti untuk mengecat tembok madrasah secara gotong royong. Madrasah yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar ini diapresiasi Itjen Kemenag terkait pemberian seragam olahraga gratis untuk siswa barunya,” tandas Eddy.

Hal ini dibenarkan Kepala MIN 1 Kabupaten Malang, Agus Farid Ma’ruf. Ia menyatakan siswa baru yang diterima tahun ini sebanyak 105 orang siswa. “Dengan demikian 105 stel pakaian olahraga diberikan gratis pada siswa. Selanjutnya, tidak ada iuran komite yang bersifat mengikat. Semua iuran bersigat sukarela dari paguyuban orang tua siswa,” ujar Agus.

Ia ceritakan kegiatan ini dimulai dengan pengumpulan Infak dan sedekah guru tiap bulannya. Kepala Madrasah tidak mewajibkan satu guru berinfak berapa, namun yang penting ikhlas dan antusias para guru bak gayung bersambut.

“Guru begitu bersemangat mengumpulkan sebagian rezeki mereka untuk siswa baru tersebut. Hal ini disambut dengan baik bahkan disepakati untuk dijadikan alat promosi madrasah untuk menarik minat siswa bersekolah di Madrasah tersebut,” kata Agus.

“Gratis kostum, demikian bunyi spanduk PPDB MIN 1 Kabupaten Malang. Terdapat empat Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kabupaten Malang, sedangkan sekolah dasar negeri sebanyak 45 sekolah. Rata-rata mata pencaharian wali murid MIN 1 Kab. Malang yakni bertani,” sambung Agus.

Hal tersebut, terang Agus, yang membangkitkan semangat para guru agar madrasah tetap menjadi idola anak masa kini. Perjuangan guru-guru di Madrasah ini mendapat apresiasi, karena tidak hanya sekedar bekerja tetapi mengabdi untuk memajukan pendidikan Indonesia.

“Gelorakan selalu semangat anti korupsi, madrasah tanpa pungli. Ayo sekolah, madrasah lebih baik,” tutup Agus.

Sumber : kemenag.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.