Golkar Mendukung Penuh Kebijakan Presiden Gratiskan Biaya Perawatan Pasien Gagal Ginjal Akut

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Emanuel Melkiades Laka Lena, mendukung penuh kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggratiskan biaya perawatan pasien gagal ginjal akut anak.

Wakil Ketua Komisi DPR RI menilai, keputusan Presiden Jokowi sebagai bukti kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat.

“Langkah presiden cepat dan konkrit,” kata pria yang akrab disapa Melki ini dalam keterangan persnya, Kamis (27/10/2022).

Melki lantas mendorong semua lembaga yang terkait, yakni Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit, untuk mengimplementasikan kebijakan Presiden Jokowi.

“Kita apresiasi kerja cepat presiden,” tutup Melki.

Indonesia menjadi salah satu negara yang banyak mengalami kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak-anak.

Dalam rilis resmi pemerintah lewat Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tercatat kasus gagal ginjal akut terjadi di tiga negara, yakni Indonesia, Gambia, dan Nigeria.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus gangguan ginjal akut pada anak tahun 2022 ini paling banyak terjadi di Indonesia dengan total 118 kematian. Jumlah itu melampaui kasus kematian di Gambia yang berjumlah 50 kematian dan Nigeria yang berjumlah 28 kematian.

Kondisi ini membuat Presiden Jokowi mengambil langkah cepat dalam penanganan yakni membuat kebijakan untuk menggratiskan perawatan bagi para pasien gagal ginjal akut anak.

Presiden Jokowi memerintahkan Kementerian Kesehatan untuk menyiapkan fasilitas kesehatan untuk kasus ini. Ia juga ingin Kemenkes menyediakan seluruh obat yang diperlukan.

“Saya minta diberikan pengobatan gratis kepada pasien-pasien yang dirawat. Ini penting sekali,” tegas Jokowi dalam rapat di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin.

Presiden dua periode ini mengingatkan para anak buahnya bahwa kasus gagal ginjal akut bukan masalah biasa. Jokowi ingin para anak buahnya memprioritaskan keselamatan rakyat.

Jokowi pun memerintahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik semua obat-obatan pemicu gagal ginjal akut. Dia juga meminta BPOM membeberkan daftar obat berbahaya.

“Saya kira akan lebih bagus lagi kalau diumumkan, diinformasikan, secara luas mengenai nama produknya,” ujarnya.

Pemerintah menyatakan ada 245 kasus gagal ginjal akut dengan mayoritas pasien anak-anak. Pemerintah menyatakan penyakit ini berkaitan dengan cemaran etilen glikol dan dietilen glikol pada obat sirop. BPOM akan menyeret dua produsen obat ke jalur pidana karena kasus ini.

Sumber : kabargolkar.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *