Dukung “Wajah Baru” Borobudur, Menteri Johnny Minta Kelola Arsitektur TIK Kawasan

SUARAMANADO, Yogyakarta : Pemerintah tengah mengembangkan lima destinasi pariwisata super prioritas untuk meningkatkan sektor pariwisata Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan salah satu destinasi yang menjadi perhatian serius dari Presiden Joko Widodo adalah kawasan Candi Borobudur. Oleh karena itu, Menteri Johnny meminta operator seluler dan penyelenggara menara telekomunikasi berbenah dan menyiapkan wajah baru Borobudur dengan mengelola arsitektur teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Sehingga post Covid-19 recovery kita di sektor pariwisata menjadi lebih baik dan lebih cepat. Borobudur sudah ratusan tahun bahkan sudah menjadi haritage united nation belum bisa dicover secepat itu, karenanya perlu dilakukan wajah baru Borobudur,” jelasnya dalam Rapat Koordinasi bersama Mitra operator seluler dan penyelenggara menara telekomunikasi (tower provider) di Yogyakarta, Rabu (13/07/2022) malam. 

Menkominfo menegaskan arti penting wajah baru kawasan Borobudur agar sama dengan heritage atau warisan dunia lain seperti Piramida yang berkembang dengan cepat. 

“Jangan sampai kita ketinggalan, maka dalam rangka itu tentu industri pariwisatanya jalan tetapi cagar budaya dan arsiteksturnya tetap harus terjaga dengan baik. Untuk itulah harus dibangun Borobudur wajah baru. Dalam rangka borobudur wajah baru ini kerjaannya banyak sekali, termasuk di sektor telekomunikasi dan informatika kita,” tandasnya.

Menurut Menteri Johnny, sektor telekomunikasi dan informatika menjadi bagian dari satu paket kebijakan Borobudur wajah baru. Sehingga ekosistem terkait yang berada di kawasan Candi Borobudur harus menjaga pelestarian termasuk sebagai tempat upacara religius. 

“Karena (di Candi Borobudur) ini tempat salah satu upacara religius dibawa negara kesatuan yang ideologinya atau falsafah hidupnya Pancasila,” tuturnya.

Kontribusi Ekosistem TIK

Khusus sektor TIK, Menkominfo mengungkap adanya kekhawatiran dari UNESCO mengenai kawasan Candi Borobudur yang berpotensi mengalami degradasi ketahanan meskipun sudah dilakukan beberapa kali pemugaran.

“Ada kekhawatiran yang menurunnya kekuatan, termasuk dari sisi apakah ada peran-peran telekomunikasi dan informatikanya. Jika tidak ada, Puji Tuhan, Alhamdulillah! Namun telekomunikasi akan mempengaruhi wajah baru Borobudur itu sendiri sebagai kawasan pariwisata premium, jadi kita harus menata ulang,” jelasnya.

Menteri Johnny menegaskan salah satu kontribusi penting ekosistem telekomunikasi dengan mengelola dan mengatur ketinggian tower dengan baik. Menurutnya saat ini dalam radius lima kilometer sudah ada 22 menara telekomunikasi, hal itu perlu dikelola sebagai bagian dari estetika kawasan Candi Borobudur. 

“Harus diatur terutama yang berada 283 meter di atas permukaan laut dengan ketinggiannya seperti teras tertinggi dari candi. Tower yang kita siapkan ini di satu sisi kalau dia dibangun disitu, maka harus menjadi bagian dari artistiknya lingkungan Borobudur, bukan dia menjadi bagian dari tidak indahnya kawasan borobudur. Jadi harus menjadi bagian dari yang membuat indah,” tandasnya.

Menkominfo meyakini bahwa banyak ahli di sektor TIK yang bisa menata konstruksi sedemikian rupa agar infrastruktur TIK makin memperindah kawasan Borobudur. 

“Kalau model towernya yang keren sehingga dia bisa menjadi satu paket yang memang wajah barunya Borobudur, apalagi dengan kemajuan teknologi-teknologi yang sekarang,” tandasnya. 

Menteri Johnny mengharapkan agar kesan dari setiap mata pengunjung tidak saja kekaguman pada Borobudur. Lebih dari itu, Menkominfo mengharapkan industri telekomunikasi dan informatika yang menampilkan dukungan infrastruktur dengan artisitik kawasan yang bagus.

“Ini harapannya, karenanya ketinggian (tower) menjadi penting untuk kita perhatikan, menempatkannya menjadi penting, desain dan arsitekstur towernya jangan asal bikin saja, coba dibikin yang artistik,” imbuhnya.

Dalam rapat hadir Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Ismail, Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Bambang Noegroho, Direktur Pengendalian Pos dan Informatika Gunawan Hutagalung, perwakilan Pemerintah Kabupaten Magelang, serta perwakilan masing-masing mitra operator seluler dan penyelenggara menara telekomunikasi.

Sumber : kominfo.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.