Biden Kecam Rancangan Opini Mahkamah Agung AS tentang Aborsi

SUARAMANADO, Belum ada yang diputuskan oleh Mahkamah Agung AS, tetapi Presiden Joe Biden sudah menyebutnya “radikal.”

“Sangat memprihatinkan bagi saya, setelah 50 tahun, kita akan memutuskan seorang perempuan tidak berhak untuk memilih. Itu artinya setiap keputusan lain yang berkaitan dengan gagasan privasi akan dipertanyakan,” kecamnya.

Menurut draf opini yang bocor, yang pertama kali dilaporkan oleh Politico, Mahkamah Agung dalam beberapa bulan mendatang bisa membatalkan Roe v. Wade — keputusan yang telah melegalkan aborsi selama hampir 50 tahun — dan menyerahkan keputusan itu kepada legislator negara bagian.

Jessica Waters, seorang profesor yang mengkhususkan diri dalam hukum hak reproduksi di American University, berbicara melalui Skype.

“Apakah sebagai perempuan orang bisa melakukan aborsi di negara bagian asalnya akan sepenuhnya bergantung pada tempat tinggal kita. Kita memperkirakan saat keputusan ini mulai berlaku, sekitar 26 hingga 28 negara bagian akan segera bersiap-siap untuk melarang aborsi,” kata Jessica.

AS adalah salah satu dari sekitar 65 negara yang telah melegalkan atau mendekriminalisasi aborsi berdasarkan permintaan.

Para aktivis mengatakan akses layanan kesehatan reproduksi, termasuk aborsi, adalah kunci bagi perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat. Jika Roe v. Wade dibatalkan, lebih dari 36 juta wanita akan terkena dampaknya.

Laura Meyers, presiden dan CEO Planned Parenthood of Metropolitan Washington, juga berbicara kepada VOA melalui Skype. “Ini secara tidak proporsional akan berdampak pada perempuan miskin. Perempuan dengan sumber daya akan bisa mencari cara untuk naik pesawat ke tempat lain. Perempuan miskinlah yang akan menanggung beban kekejaman ini.”

Mencabut perlindungan hukum aborsi telah menjadi tujuan lama kaum konservatif. Tetapi para pemimpin Partai Republik mengecam kebocoran proses pertimbangan hakim yang sangat rahasia.

Mitch McConnell, Ketua Fraksi Minoritas di Senat dari Partai Republik mengatakan, “Sekarang di dalam MA sendiri ada seseorang yang mengancam independensi pengadilan.”

Berita tentang kebocoran itu telah mencambuk kedua belah pihak dan akan memotivasi pemilih dalam pemilihan paruh waktu November.

Pendukung dan penentang hak aborsi berkumpul di Mahkamah Agung, termasuk Caroline Smith yang menentang hak aborsi. “Tidak ada hal dalam Konstitusi yang akan mengizinkan pembunuhan anak-anak yang belum lahir atau yang dilahirkan,” tukasnya.

Sementara, Sophia Wolf seorang pendukung hak aborsi mengatakan, “Jika Roe v. Wade dibatalkan saya kira banyak perempuan akan mati.”

Jajak pendapat publik menunjukkan mayoritas warga Amerika mendukung aborsi dilegalkan untuk sebagian besar atau semua kasus.

Sumber : voaindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.