Bamsoet: Piala Juara Free Fly Piala Ketua MPR RI Sama Dengan Piala MotoGP Mandalika dari Tuksedo Studio Bali

 

SUARAMANADO  BALI.  Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) mengapresiasi hasil karya Tuksedo Studio Bali dalam membuat piala atau trofi khusus bagi para juara lomba Free Fly Piala Ketua MPR R yang dilaksanakan tanggal 26-27 Maret 2022 di Bali. Desain masing-masing trofi berbentuk burung, memiliki filosofi keindahan, kebebasan sekaligus keelokan corak yang dimiliki.

“Trofi bagi juara lomba Free Fly Piala Ketua MPR RI ini sama dengan trofi yang diberikan kepada para juara pembalap motor dunia MotoGP tanggal 18-20 Maret 2020 lalu di Mandalika. Trofi dibuat secara handmade oleh para seniman Indonesia di Tuksedo Studio Bali. Sehingga mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para juara yang menerimanya, maupun bagi penggemar burung free fly pada umumnya. Sekaligus menjadi bukti nyata betapa hebatnya talenta serta potensi para pekerja seni di Bali,” ujar Bamsoet usai menerima pemilik Tuksedo Bali Pudji Handoko, di Bali, Sabtu (26/3/22).

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III bidang Hukum, HAM dan Keamanan ini menuturkan, bahan dasar trofi dibuat menggunakan aluminium dan stainless steel sebagai representasi dari Tuksedo Studio Bali. Tuksedo Studio Bali sendiri merupakan spesialis manufaktur mobil-mobil klasik yang dibuat secara handmade. Bergerak dalam bidang pembuatan kit car, modifikasi, re-kreasi, hingga restorasi kendaraan.

“Tuksedo Studio Bali tidak hanya berhasil membuat trofi buat lomba Free Fly Piala Ketua MPR RI. Tuksedo Studio Bali juga dipercaya oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA) untuk membuat trofi bagi para pemenang MotoGP Mandalika. Selain juga membuat trofi bagi pemenang World Superbike, Moto2, Moto3, Asia Talent Cup di Pertamina Mandalika International Street Circuit,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menambahkan, Tuksedo Studio Bali saat ini telah berhasil menjadi salah satu pusat produksi berbagai kendaraan klasik di Indonesia. Tuksedo Studi Bali mampu memproduksi mobil klasik dari nol. Mulai dari menyiapkan sasis hingga body.

“Hasil pengerjaannya pun tidak kalah dibandingkan produk aslinya. Kesan elegannya tetap terasa, seperti memiliki kendaraan aslinya. berbagai kendaraan klasik yang sudah diproduksi Tuksedo Studio Bali antara lain, Porsche 356 Speedster (1957), Porsche 356 A Coupe (1955-1959), Porsche 550 Spyder (1953-1956), Mercedes Benz 300 SL Gullwing (1954 1957), Toyota 2000 GT 1968 (1967-1970), Jaguar XK 120 (1948-1954), Ferrari 250 GTO (1962-1964), hingga Maserati 450S (1956-1958),” pungkas Bamsoet. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.