Parade Motor Listrik, Menteri ESDM: Kurangi Emisi dan Menghemat BBM

SUARAMANADO, Bali : Dalam rangka mengedukasi masyarakat dan ajang pembuktian kepada dunia bahwa perhelatan G20 didukung motor dan transportasi listrik, parade motor listrik kembali diikuti Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Parade motor listrik kali ini adalah yang ketiga kalinya di ajang Energy Transitions Working Group (ETWG) setelah sebelumnya di laksanakan di ETWG-1 di Jogyakarta dan ETWG-2 di Labuan Bajo.

Menteri Arifin mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali untuk parade motor listrik hasil konversi serta sudah mencanangkan Provinsi Bali bebas emisi sehingga Bali tidak dikenal karena pariwisata dan keramahannya saja.

“Terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Gubernur Bali yang sudah mencanangkan Bali bebas emisi beberapa tahun ke depan dan memulainya dengan program-program yang nyata. ini inisiatif Bali terkenal sebagai provinsi pariwisata, keramahan dan alamnya dan ditambah lagi dengan udaranya yang bersahabat yang sangat bersih dan sehat,” kata Arifin.

Dengan parade ini Arifin mengajak masyarakat untuk mengalihkan kendaraan roda dua berbahan bakar minyak (BBM) yang mereka milik untuk dikonversi menjadi kendaraan kendaraan listrik agar terwujud Bali industri pariwisata yang bebas emisi.

“Hari ini kita bisa menunjukkan kepada masyarakat, ayo kita sama-sama mendukung program ini untuk pengurangan emisi dan capaian provinsi Bali menuju provinsi bebas emisi di masa mendatang sehingga bisa membangkitkan industri pariwisata semaksimal mungkin,” lanjut Arifin.

Arifin mengungkapkan, saat ini di Indonesia terdapat setidaknya 120 unit juta sepeda motor. Jika program konversi dapat berjalan dengan baik akan memberikan penghematan yang besar dan lingkungan yang lebih bersih.

“Di Indonesia saat ini ada 120 juta sepeda motor. Beberapa contoh (sepeda motor yang ikut parade) disini buatan tahun 2004, setelah dikonversi terlihat bagus. Ada beberapa manfaat, yang pertama mengurangi emisi dan bisa menghemat BBM. Kalau kita hitung 1 liter BBM per sepeda motor per hari maka kita membakar 800.000 barel minyak. Jadi kalau harga minyak sekarang USD100 per barel maka kita sudah membakar USD80 juta atau setara Rp1.2 trilun uang yang kita bakar untuk bahan bakar,” ungkap Arifin.

“Dengan pertumbuhan sepeda motor 6 juta hingga 8 juta unit per tahun, bisa dibayangkan berapa besar anggaran yang dikeluarkan dalam 10 tahun mendatang untuk memenuhi kebutuhannya,” sambung Arifin.

Sementara, Gubernur Bali, I Wayan Koster di kesempatan yang sama menyatakan bahwa program konversi motor listrik ini merupakan implementasi penggunaan energi bersih di Provinsi Bali yang diatur oleh Peraturan Gubernur Provinsi Bali Nomor 45 tahun 2019 yang pada sektornya telah diatur Gubernur Provinsi Bali No. 48 tahun 2019.

“Jadi apa yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan G20 terkait dengan transisi energi bersih selaras dengan yang dilakukan Provinsi Bali, karena itu saya sangat mendukung kebijakan ini. Tahun 2023 rencananya kami akan intensifkan dengan memberlakukan kebijakan zonasi maupun juga penggunaan untuk anak-anak muda, anak-anak SMA dan mahasiswa untuk menggunakan kendaraan listrik,” ujar Koster.

Senada dengan Menteri Arifin, Koster mengatakan, alasan menggunakan kendaraan listrik karena jauh lebih murah dan kedua tidak banyak memerlukan perawatan, tidak pakai oli, tidak keluar asap dari knalpot sehingga jadi lebih bersih.

Kebijakan penggunaan energi bersih ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Bali dengan akan menjadikan Pulau Nusa Penida sebagai implementasi awal program ini diikuti kemudian dengan daerah-daerah wisata lainnya seperti Ubud dan Sanur.

I Wayan Koster juga mengatakan, sosialisasi kepada masyarakat untuk mengalihkan kendaraan BBM ke kendaraan listrik akan dapat dilakukan dengan mudah salah satunya karena alasan lebih hemat.

“Pengalihan penggunaan motor BBM ke listrik oleh masyarakat Bali bukanlah hal yang sulit seperti pengalihan dari penggunaan kayu ke minyak dan minyak ke gas, semua berlangsung dengan baik, karena ini pengalihan ini membuat pengeluaran lebih murah, saya optimis akan berjalan dengan baik,” pungkas Koster.

Sementara itu Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan yang dikeluarkan Kementerian ESDM serta mengapresiasi dua regulasi dukungan yang sudah dikeluarkan Pemerintah Provinsi Bali.

“Kami disini mendukung penuh kebijakan yang dikeluarkan Kementerian ESDM dalam konversi motor listrik. Khusus di Bali ada program energi bersih dan kemandirian energi di Gubernur Bali yaitu sudah ada dua Peraturan Gubernur Bali di tahun 2019. Kami mendukung salah satunya tadi, motor listrik tetapi hasil dari konversi,” ujar Darmawan.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan PLN adalah kerja sama dengan Kementerian ESDM juga Pemerintah Provinsi Bali untuk membangun ekosistemnya.

“Tugas pertama dari Kementerian ESDM bekerjasama dengan PLN juga Pemprov Bali di sini membangun ekosistemnya. tadi bagaimana dalam program konversi ini bisa juga membangun kapasitas nasional tetapi dalam hal ini khususnya kapasitas daerah, karena tadi salah satu yang melakukan konversi adalah kekuatan lokal langsung dari Provinsi Bali. Jadi langsung berhubungan dengan Pak Gubernur, semoga mendapat dukungan,terang Darmawan.

Darmawan menegaskan, program ini bukanlah program Kementerian ESDM saja namun juga program lintas Kementerian dan Lembaga dan seluruh kebijakan ini dalam pelaksanaanya sudah didukung semua pihak termasuk perijinan dari Kepolisian.

“Proses konversi, untuk perijinan juga sudah didukung langsung oleh kepolisian. jadi ini bukannya program Kementerian saja, bukan programnya PLN saja, tapi ini program dari komponen bangsa ini, bagaimana kita bisa mendukung program ini dapat berjalan dengan baik,” tutup Darmawan

Sumber : esdm.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *