SUARAMANADO, Bolsel: Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi membuka secara resmi Sosialisasi Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun dengan Kebijakan 1 Tahun Prasekolah yang dilaksanakan di Lapangan Futsal Kawasan Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Kamis (28/8/2025).
Acara tersebut turut dihadiri oleh Bunda PAUD Bolsel sekaligus Ketua TP-PKK Ny. Hj. Selpian Kamaru-Manoppo, Sekretaris TP-PKK Ny. Rosdiana Abdul Hamid-Lapatola, para pejabat tinggi pratama Pemda, para camat, jajaran Bunda PAUD se-Bolsel, kepala sekolah, guru PAUD, dan peserta sosialisasi.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Ny. Selpian menegaskan bahwa pembentukan Pokja PAUD merupakan langkah strategis daerah untuk memperkuat layanan pendidikan anak usia dini.
“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi pembangunan SDM. Usia dini merupakan fase emas, di mana 80 persen perkembangan otak terjadi pada usia 0–6 tahun. Ini adalah investasi terbesar untuk masa depan daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sejak tahun 2025, pemerintah telah memberlakukan wajib belajar 13 tahun dengan tambahan 1 tahun prasekolah. Dengan demikian, anak-anak yang akan masuk SD diwajibkan memiliki ijazah TK.
Bunda PAUD juga mengajak seluruh guru PAUD untuk meningkatkan profesionalisme dalam mendidik generasi penerus sekaligus menyosialisasikan kebijakan ini kepada masyarakat luas.
Berikutnya, Bupati Iskandar dalam arahan menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap tumbuh kembang anak usia dini di tengah tantangan zaman, terutama pengaruh negatif penggunaan gadget.
“Usia dini adalah generasi emas. Kita harus menjaga perkembangan karakter dan otak anak. Ke depan, kita harapkan PAUD di Bolsel dapat segera diresmikan menjadi Sekolah PAUD Negeri,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi atas capaian sektor pendidikan di Bolsel, seperti program beasiswa bagi guru PAUD sejak tahun 2021, pemberian insentif bagi operator PAUD, hingga keberhasilan Bolsel meraih predikat zero buta aksara.
Orang nomor satu Bolsel ini lalu membeberkan rencana Pemerintah Daerah menyiapkan beasiswa untuk anak tidak mampu di tiap desa melalui dana desa, meskipun kewenangan jenjang SMA/SMK berada di Pemerintah Provinsi Sulut. Ia juga menyinggung rencana teknis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kondisi keuangan daerah yang terdampak pemotongan dana transfer ke daerah sebesar 25%, termasuk potensi pengaruhnya terhadap penganggaran TPP ASN.
Sebagai informasi, dalam acara ini Bupati Iskandar bersama para pimpinan perangkat daerah menandatangani dukungan Program Wajib Belajar 13 Tahun. Momen tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Pokja PAUD Bolsel.
Sumber: bolselkab.go.id